Pernah ga si kalian berpikir ga suka sama suatu hal, tapi ternyata kalian malah ikut terlibat di dalamnya?
Ya bukan ga suka si, tapi lebih ke arah "ga cocok". Aku berpikir seperti itu.
Awal-awal kuliah biasanya kan suka ikut organisasi dan kemudian disuruh ngisi formulir kan. Nah, di situ ada beberapa divisi yang harus dipilih. Misal divisi kaderisasi, divisi kerohanian, divisi pelita, divisi sosling, divisi media center, divisi danus, divisi kominfo, dan sebagainya.
Sebelum milih dari beberapa divisi diatas, pastinya kita mikir dulu, "Oh kalau saya disini, saya bakalan gini-gini nih". Misal.
Dulu aku pernah mikir, "Pelita apaan? Oh Pendidikan dan penelitian. Ga cocok nih aku. Pinter kagak, males iya"
Karena aku berpikir bahwa yang ada di dalemnya tuh orang-orang yang pinter dan keliatan cerdas. Ga keliatan si, tapi emang cerdas menurutku. Dari awal aku masuk kuliah sampe tahun 2018 itu kadiv sama sekdivnya emang pinter-pinter. Sedangkan di tahun ini aku menjadi salah satu orang yang ikut terlibat didalamnya.
Kadivku pinter. PKM nya juga lolos pendanaan.
Terus kenapa aku yang di pilih? Masalahnya aku ngapain gitu loh woi wkwkwk
Segacocok-cocoknya kita di suatu tempat, lama kelamaan akan merasa cocok kok. Tenang, lingkungan ikut mempengaruhi hehe.
Awalnya aku di chat sama waketum Formandibula.
Ya bukan ga suka si, tapi lebih ke arah "ga cocok". Aku berpikir seperti itu.
Awal-awal kuliah biasanya kan suka ikut organisasi dan kemudian disuruh ngisi formulir kan. Nah, di situ ada beberapa divisi yang harus dipilih. Misal divisi kaderisasi, divisi kerohanian, divisi pelita, divisi sosling, divisi media center, divisi danus, divisi kominfo, dan sebagainya.
Sebelum milih dari beberapa divisi diatas, pastinya kita mikir dulu, "Oh kalau saya disini, saya bakalan gini-gini nih". Misal.
Dulu aku pernah mikir, "Pelita apaan? Oh Pendidikan dan penelitian. Ga cocok nih aku. Pinter kagak, males iya"
Karena aku berpikir bahwa yang ada di dalemnya tuh orang-orang yang pinter dan keliatan cerdas. Ga keliatan si, tapi emang cerdas menurutku. Dari awal aku masuk kuliah sampe tahun 2018 itu kadiv sama sekdivnya emang pinter-pinter. Sedangkan di tahun ini aku menjadi salah satu orang yang ikut terlibat didalamnya.
Kadivku pinter. PKM nya juga lolos pendanaan.
Terus kenapa aku yang di pilih? Masalahnya aku ngapain gitu loh woi wkwkwk
Segacocok-cocoknya kita di suatu tempat, lama kelamaan akan merasa cocok kok. Tenang, lingkungan ikut mempengaruhi hehe.
Awalnya aku di chat sama waketum Formandibula.
Waktu mau nerima amanah ini aku nanya-nanya dulu juga kok ke orang hahaha
"Pak, aku disuruh jadi sekdiv pelita"
"Kak mau nanya, kalo misalkan kakak dikasih suatu jabatan gimana? Kakak terima ga?"
"Woy, terima ga ya"
"Terima ga ya? Tapi takut ga bisa ngebagi waktu"
Tapi setelah mendengar jawabannya, rasa bimbangku sedikit hilang.
"Yaudah gapapa diterima aja"
"Semangat tis, you can do the best"
"Kalau kamu yakin, maka, ambil. Kalau engga, maka tolak dengan baik2"
"Brrti, kamu org yg dipercayai loh dek ๐ "
"Menjadi pemimpin, artinya belajar sih"
"Saranku, kalau mmg sdh dipercayai, diambil saja. Dari situ, kamu bisa belajar"
"Kalau kamu engga pernah ngambil resiko, kamu ngga akan tau dimana kamu mesti menjadi org yg amanah, adil dll, iya kan?"
Tapi bener sih, kalau kita ga pernah ngambil resiko, kita ga akan tau gimana kedepannya. Apa kita akan menjadi orang yang amanah, adil, dan lain-lain.
Dari sini aku belajar untuk saling mengingatkan. Kek misalkan, aku sering banget bilang,
"Vai, mmb" Percayalah, itu untuk kebaikkan kita kok wkwk biar cepet selesai. Biar ga gupek juga akutuh.
"Shal, jangan lupa ya"
"Vai, mau tentang apa?"
"Mau dikasih gambar ga?"
"Kalau info beasiswanya ini gapapa ga?"
"Kalau info lombanya kek gini gimana?"
Kalau mau ngelakuin semua itu, harus izin dulu. Karena biar ada koordinasi yang jelas antara Kadiv, sekdiv, dan lain-lain.
Kalau mau upload di instagram pun aku izin dulu sama kominfo.
"Shal, ini yang mau upload aku atau kamu?"
"Aku upload sekarang apa nanti?"
"Aku upload ya"
Bukan cuma saling mengingatkan, tapi aku juga belajar bersabar dalam menghadapi berbagai hal.
Intinya sih kerjasama.
Karena di progja ku ada "PENAKU (Pelatihan pembuatan PKM dan Karya Tulis)" yang membutuhkan dana kemahasiswaan, mau ga mau aku harus bikin proposal dong untuk di masukin ke DPM biar dananya cair.
Mulai dari minta tandatangan ketum, kaprodi, kajur, ketum HIMA, Ketua BEM FKIP, terus ke DPM untuk nyerahin ke Dekanat. Itu ga semulus yang ku tulis disini. Banyak revisi yang mengharuskan kita untuk bolak balik ngedit dan ngeprint lembar demi lembar proposal itu. Peminjaman gedung jugaa muter-muter. Terima kasih Arrum dkk yg udah ngurusin gedungnyaaa :*
Setelah acara selesai, belum lagi bikin LPJan ke DPM. Ini lebih drama sih daripada nyerahin proposal itu wkwkwk..
Berminggu-minggu woi, sampee kita KKL aja belum kelar :)
Minggu, 22 Desember 2019
Hari ini baru banget dapet info kalau besok LPJ masing-masing divisi harus dikumpul. Sedangkan aku sama temenku belum bikin LPJan samsek. Aku baru ngerjain lampiran, itupun belum ada setengahnya. Deadline sangat mendadak, tapi aku sukaa itu gimana yaa wkwk biar cepet selesai loh..
Btw, bentar lagi aku dan pengurus yang lain udah mau demis tanggal 28 Desember. Do'ain ya semogaa kita ga kena bantai :)
Sabtu, 28 Desember 2019
Hari ini, LPJ dimulai. Biasanya kan diawali dari ketum waketum, sekretaris crew, bendum wabendum, baru divisi kaderisasi, divisi pelita, divisi kerohanian, dan seterusnya. Tapi tadi beda.
Awalnya MPO nawarin mau siapa duluan yang memaparkan progjanya. Aku bilang sama kadivku, "Vai, mau duluan ga? Ayok biar cepet kelar" Tapi dia gamau tunjuk tangan.
Akhirnya, MPO rundingan bentar untuk nentuin divisi mana dulu yang memaparkan program kerja duluan. Dan MPO bilang, "Divisi Pelita".
Aku sih seneng wkwk. Soalnya, semakin akhir pertanyaannya semakin banyakk :)
Dan akhirnya kita selesai LPJan. Selesai kurang lebih jam setengah 5.
Btw, maaf ya buat temen-temen yang udah pernah kerja sama sama divisi pelita kalau dari Titis ataupun Via ada salah yang disengaja maupun ga disengaja :)
Aku mau mengucapkan kata-kata sakral dulu.
---------------------------------------------
"Saya Titis Dwi Lestari sebagai Sekretaris Divisi Pendidikan dan Penelitian Pamit Undur Diri."
- TDL
---------------------------------------------
Terima kasih atas kerja samanya untuk satu periode ini :)
- TDL
---------------------------------------------
Terima kasih atas kerja samanya untuk satu periode ini :)

Komentar
Posting Komentar