Langsung ke konten utama

SEKDIV PELITA (SATU PERIODE)

Pernah ga si kalian berpikir ga suka sama suatu hal, tapi ternyata kalian malah ikut terlibat di dalamnya?
Ya bukan ga suka si, tapi lebih ke arah "ga cocok". Aku berpikir seperti itu.

Awal-awal kuliah biasanya kan suka ikut organisasi dan kemudian disuruh ngisi formulir kan. Nah, di situ ada beberapa divisi yang harus dipilih. Misal divisi kaderisasi, divisi kerohanian, divisi pelita, divisi sosling, divisi media center, divisi danus, divisi kominfo, dan sebagainya.
Sebelum milih dari beberapa divisi diatas, pastinya kita mikir dulu, "Oh kalau saya disini, saya bakalan gini-gini nih". Misal.

Dulu aku pernah mikir, "Pelita apaan? Oh Pendidikan dan penelitian. Ga cocok nih aku. Pinter kagak, males iya"
Karena aku berpikir bahwa yang ada di dalemnya tuh orang-orang yang pinter dan keliatan cerdas. Ga keliatan si, tapi emang cerdas menurutku. Dari awal aku masuk kuliah sampe tahun 2018 itu kadiv sama sekdivnya emang pinter-pinter. Sedangkan di tahun ini aku menjadi salah satu orang yang ikut terlibat didalamnya.
Kadivku pinter. PKM nya juga lolos pendanaan.
Terus kenapa aku yang di pilih? Masalahnya aku ngapain gitu loh woi wkwkwk

Segacocok-cocoknya kita di suatu tempat, lama kelamaan akan merasa cocok kok. Tenang, lingkungan ikut mempengaruhi hehe.

Awalnya aku di chat sama waketum Formandibula. 

Waktu mau nerima amanah ini aku nanya-nanya dulu juga kok ke orang hahaha
"Pak, aku disuruh jadi sekdiv pelita"
"Kak mau nanya, kalo misalkan kakak dikasih suatu jabatan gimana? Kakak terima ga?"
"Woy, terima ga ya"
"Terima ga ya? Tapi takut ga bisa ngebagi waktu"

Tapi setelah mendengar jawabannya, rasa bimbangku sedikit hilang.
"Yaudah gapapa diterima aja"
"Semangat tis, you can do the best"
"Kalau kamu yakin, maka, ambil. Kalau engga, maka tolak dengan baik2"
"Brrti, kamu org yg dipercayai loh dek ๐Ÿ˜…"
"Menjadi pemimpin, artinya belajar sih"
"Saranku, kalau mmg sdh dipercayai, diambil sajaDari situ, kamu bisa belajar"
"Kalau kamu engga pernah ngambil resiko, kamu ngga akan tau dimana kamu mesti menjadi org yg amanah, adil dll, iya kan?"

Tapi bener sih, kalau kita ga pernah ngambil resiko, kita ga akan tau gimana kedepannya. Apa kita akan menjadi orang yang amanah, adil, dan lain-lain.

Dari sini aku belajar untuk saling mengingatkan. Kek misalkan, aku sering banget bilang,
"Vai, mmb" Percayalah, itu untuk kebaikkan kita kok wkwk biar cepet selesai. Biar ga gupek juga akutuh.
"Shal, jangan lupa ya"
"Vai, mau tentang apa?"
"Mau dikasih gambar ga?"
"Kalau info beasiswanya ini gapapa ga?"
"Kalau info lombanya kek gini gimana?"

Kalau mau ngelakuin semua itu, harus izin dulu. Karena biar ada koordinasi yang jelas antara Kadiv, sekdiv, dan lain-lain.
Kalau mau upload di instagram pun aku izin dulu sama kominfo.
"Shal, ini yang mau upload aku atau kamu?"
"Aku upload sekarang apa nanti?"
"Aku upload ya"

Bukan cuma saling mengingatkan, tapi aku juga belajar bersabar dalam menghadapi berbagai hal.
Intinya sih kerjasama.

Karena di progja ku ada "PENAKU (Pelatihan pembuatan PKM dan Karya Tulis)" yang membutuhkan dana kemahasiswaan, mau ga mau aku harus bikin proposal dong untuk di masukin ke DPM biar dananya cair.

Mulai dari minta tandatangan ketum, kaprodi, kajur, ketum HIMA, Ketua BEM FKIP, terus ke DPM untuk nyerahin ke Dekanat. Itu ga semulus yang ku tulis disini. Banyak revisi yang mengharuskan kita untuk bolak balik ngedit dan ngeprint lembar demi lembar proposal itu. Peminjaman gedung jugaa muter-muter. Terima kasih Arrum dkk yg udah ngurusin gedungnyaaa :*

Setelah acara selesai, belum lagi bikin LPJan ke DPM. Ini lebih drama sih daripada nyerahin proposal itu wkwkwk..
Berminggu-minggu woi, sampee kita KKL aja belum kelar :)

Minggu, 22 Desember 2019

Hari ini baru banget dapet info kalau besok LPJ masing-masing divisi harus dikumpul. Sedangkan aku sama temenku belum bikin LPJan samsek. Aku baru ngerjain lampiran, itupun belum ada setengahnya. Deadline sangat mendadak, tapi aku sukaa itu gimana yaa wkwk biar cepet selesai loh..

Btw, bentar lagi aku dan pengurus yang lain udah mau demis tanggal 28 Desember. Do'ain ya semogaa kita ga kena bantai :)

Sabtu, 28 Desember 2019

Hari ini, LPJ dimulai. Biasanya kan diawali dari ketum waketum, sekretaris crew, bendum wabendum, baru divisi kaderisasi, divisi pelita, divisi kerohanian, dan seterusnya. Tapi tadi beda.
Awalnya MPO nawarin mau siapa duluan yang memaparkan progjanya. Aku bilang sama kadivku, "Vai, mau duluan ga? Ayok biar cepet kelar" Tapi dia gamau tunjuk tangan.
Akhirnya, MPO rundingan bentar untuk nentuin divisi mana dulu yang memaparkan program kerja duluan. Dan MPO bilang, "Divisi Pelita".
Aku sih seneng wkwk. Soalnya, semakin akhir pertanyaannya semakin banyakk :)

Dan akhirnya kita selesai LPJan. Selesai kurang lebih jam setengah 5.

Btw, maaf ya buat temen-temen yang udah pernah kerja sama sama divisi pelita kalau dari Titis ataupun Via ada salah yang disengaja maupun ga disengaja :)

Aku mau mengucapkan kata-kata sakral dulu. 
---------------------------------------------
"Saya Titis Dwi Lestari sebagai Sekretaris Divisi Pendidikan dan Penelitian Pamit Undur Diri."
- TDL
---------------------------------------------

Terima kasih atas kerja samanya  untuk satu periode ini :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ALHAMDULILLAH, WIS(UDAH) :)

Ini adalah tulisan pertamaku di tahun 2023, setelah sekian lama aku ga nulis lagi wkwkw Beberapa tahun belakangan ini, aku sedang disibukkan dengan yang namanya skripsi. Biasalah, mahasiswa tingkat akhir yang sebentar lagi kena DO wkwkwk 3 tahun banget ga nih skripsiannya  Kok bisa sih? Ya bisalah, pake nanya๐Ÿ˜Œ ------ Awalnya mah masih bareng-bareng ya, tapi akhirnya tetep sendiri-sendiri kan? Dari yang awalnya, “ Woi, siapa yang mau nanya? ” “ Siapa yang chat Ibuknya? ” “ Gantian yok ” “ Drafnya mau dikumpulin ke siapa? ” “ Yang mau ke rumah Ibuknya siapa? ” “ Yang mau ambil draf ke rumah Ibuknya hari ini siapa aja? ” Sampe akhirnya……………… ----- [Jum'at, 30 April 2021] Seminar Proposal Waktu itu, seminar proposal masih dilaksanakan secara online. Jam 13.00 aku mulai seminar. Di Kosan Dhemi wkwkw Deg-degan banget soalnyaaa takut dimarahin. Ya emang di marah sih hahaha  Tentu saja abis seminar disuruh ganti judul    ----- [Minggu, 05 Desember 2021] Malem...

Guru Biologi(Ku)

Tiba-tiba keinget sama Guru Biologiku waktu SMA kelas 3. Guru ini selalu manggil aku dengan sebutan "Tites" dengan bahasa Jawanya yang kentel.  Sampe sering diledekin sama temenku gara-gara dipanggil Tites. Kalo masuk kelas, selalu nanya-nanya tentang materi sebelumnya dan itu bikin deg-degan parah Sih Kalau misalkan udah ada yang dipanggil, kita orang kek langsung buang napas. Sumpah, kalo ibunya lagi mau manggil nama muridnya buat ditanyain, sekelas kek pada tahan napas secara tidak sengaja wkwkwk Dan entah sial entah beruntung, aku selalu kena. "Tites" Diketawain aku gara-gara selalu dipanggil Ibunya. Terus karena jamnya kepotong sama istirahat, jadi pas masuk kan masih ada yang ditanyain gitu, ibunya mau manggil nama lagi tuh, " Tites, udah maju belom? " " Udah bu " Enakan yang lain kan kalo kek gt ceritanya wkwk Pernah juga waktu udah pas mau balik sekolah. Bel udah bunyi. Pas pelajaran biologi. Dan masih bersama guru favorit...

Three Magic Words

Tau ga 3 kata yang bikin orang lain seneng? Maaf, ketika kita melakukan kesalahan. Tolong, ketika kita butuh bantuan. Terima kasih, ketika mereka membantu kita. Suka aja kalau denger orang bilang kek gitu, sopan menurutku. Keponakanku aja sering banget aku bilangin. Aku sering bilang, "Kalau udah dikasih bilang apa?" Terus kalau aku lagi iseng sampe bikin dia nangispun aku minta maaf hahahha "Maap yaa dek" "Dek" "Maapin ga?" "Maap yaa, sini berpelukan dulu" Pokoknya sampe dia bilang "Iya" Baru di isengin lagi wkwkwk Begitupun waktu dia mau minta tolong, walaupun ga bilang kata 'tolong' secara langsung sih. Kalau dia mau minta bukain sesuatu tapi ngegas, aku bilang, "Bilang yang bener dulu" Dia Bakal bilang, "Mba Titis, kain (bukain)" "Kalau udah dibukain bilang apaa?" "Acii tisss" Katanyaa wkwkw gemes Kita semua pasti udah diajarin sih sama orangtua kita. ...